Antara Iman Dan Nafsu
Oleh: F. Lahay
Duhai kamu yang ku kagumi, yang berusaha mendekatkan diri padanya, yang berusaha untu melakukan kebaikan, yang berusaha untuk ke arah yang lebih baik, yang berusaha untuk menjaga, yang sedang berusaha untuk tunduk, dan yang sedang berusaha untuk mendapatkan keridho-annya.
Duhai kamu yang sekarang sedang berhijrah. Kau yang ku kagumi, bukan karena paras cantikmu, bukan karena kemolekan tubuh indahmu, bukan pula karena harta yang kau miliki. Tapi karena usahamu untuk berhijrah yang membuat diriku tak bisa memahan perasaanku.
Tak bisa sekali saja aku untuk tidak mengingatmu, tak bisa pula ku menahan rindu. Aku bingung dan mulai bertanya pada dalam diriku. Apakah ini iman atau nafsu? Kebingungan ini membuat ku tak berdaya.
Ketika ku sedang dalam keadaan yang sangat bingung, aku adukan semuanya pada sang yang Maha Kuasa. "jika ini karena iman, maka dekatkan. Dan jika karena nafsu maka jauhkanlah"
Ku jalani hidup, hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan namun tak bisa ku melupakannya. Mengapa ini bisa terjadi? Ku mulai bingung, dan terus bingung dan akhirnya aku bingung. Entah apa yang harus kubuat dengan perasaan ini. Namu ada satu yang membut ku sedih dan membuat aku harus bertanya pada diriku sendiri. Mengapa dia tak bisa menahan sikapnya di depan publik ketika sedang dengan teman-temannya?...
Oleh: F. Lahay
Duhai kamu yang ku kagumi, yang berusaha mendekatkan diri padanya, yang berusaha untu melakukan kebaikan, yang berusaha untuk ke arah yang lebih baik, yang berusaha untuk menjaga, yang sedang berusaha untuk tunduk, dan yang sedang berusaha untuk mendapatkan keridho-annya.
Duhai kamu yang sekarang sedang berhijrah. Kau yang ku kagumi, bukan karena paras cantikmu, bukan karena kemolekan tubuh indahmu, bukan pula karena harta yang kau miliki. Tapi karena usahamu untuk berhijrah yang membuat diriku tak bisa memahan perasaanku.
Tak bisa sekali saja aku untuk tidak mengingatmu, tak bisa pula ku menahan rindu. Aku bingung dan mulai bertanya pada dalam diriku. Apakah ini iman atau nafsu? Kebingungan ini membuat ku tak berdaya.
Ketika ku sedang dalam keadaan yang sangat bingung, aku adukan semuanya pada sang yang Maha Kuasa. "jika ini karena iman, maka dekatkan. Dan jika karena nafsu maka jauhkanlah"
Ku jalani hidup, hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan namun tak bisa ku melupakannya. Mengapa ini bisa terjadi? Ku mulai bingung, dan terus bingung dan akhirnya aku bingung. Entah apa yang harus kubuat dengan perasaan ini. Namu ada satu yang membut ku sedih dan membuat aku harus bertanya pada diriku sendiri. Mengapa dia tak bisa menahan sikapnya di depan publik ketika sedang dengan teman-temannya?...
Komentar
Posting Komentar